ASUHAN KEPERAWATAN MENORARGIA
Dosen Pembimbing :
Ns.Vevi, S.kep,M.kep
Disusun Oleh :
Kelompok 1
kelas
: A (Semester III)
PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAITURRAHIM JAMBI
2014/2015
ASUHAN
KEPERAWATAN MENORARGIA
1. Definisi
Menstruasi
Menstruasi
adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium
uterus. Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus,
hipofisis, dan ovarium dengan perubahan terkait pada jaringan sasaran pada
saluran reproduksi normal, ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini,
karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan – perubahan
siklik maupun lama siklus menstruasi (Greenspan et al, 1998).
Menstruasi
adalah keluarnya darah melalui vagina, yang berasal dari rahim, berlangsung
secara teratur, sebagai aspek dari kerja hormon-hormon retorik (Yanto
Kadarusman,2000).
Menstruasi
adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan
dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang
terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi.
menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga anda
menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun). Normalnya, menstruasi
berlangsung selama 3 – 7 hari.
2. Siklus
menstruasi
Siklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan
hampir 90% wanita memiliki siklus 25 – 35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki
panjang siklus 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak
teratur dan hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan.
Panjang siklus
menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi hari dimana pendarahan
dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari
terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.
Seorang wanita
memiliki 2 ovarium dimana masing-masing menyimpan sekitar 200.000 hingga
400.000 telur yang belum matang/folikel (follicles). Normalnya, hanya satu atau
beberapa sel telur yang tumbuh setiap periode menstruasi dan sekitar hari ke 14
sebelum menstruasi berikutnya, ketika sel telur tersebut telah matang maka sel
telur tersebut akan dilepaskan dari ovarium dan kemudian berjalan menuju tuba
falopi untuk kemudian dibuahi. Proses pelepasan ini disebut dengan “OVULASI”.
Pada permulaan
siklus, sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang disebut Follicle
Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel telur
tersebut tumbuh didalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian
tumbuh lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominant hingga
kemudian mulai memproduksi hormon yang disebut estrogen yang dilepaskan kedalam
aliran darah. Hormone estrogen bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel
telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar
mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormone estrogen tersebut
juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu
kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.
Ketika sel
telur telah matang, sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut
dengan Luteinizing Hormone (LH). Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan
memicu terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium
menuju tuba falopi. Jika pada saat ini, sperma yang sehat masuk kedalam tuba
falopi tersebut, maka sel telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk
dibuahi.
Sel telur yang
telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi,
mencapai rahim dan pada akhirnya “menanamkan diri” didalam rahim. Kemudian, sel
telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic
Gonadotrophin (HCG). Hormone tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam
rahim.
Jika sel telur
yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi, maka endometrium akan meluruh dan
terjadilah proses menstruasi.
3. Gangguan
dalam menstruasi
Gangguan
menstruasi adalah kelainan-kelainan pada keadaan menstruasi yang dapat berupa
kelainan atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya
perdarahan.
a. Definisi menorargia
Hipermenore adalah perdarahan berkepanjangan atau berlebihan
pada waktu menstruasi teratur. Bisa disebut juga dengan perdarahan haid
yang jumlahnya banyak hingga 6-7 hari, ganti pembalut 5-6 kali/hari tetapi
masih memiliki siklus-siklus yang teratur.
Pada hipermenore perdarahan menstruasi berat berlangsung
sekitar 8-10 hari dengan kehilangan darah lebih dari 80ml
b. Etiologi
- 40-60% wanita yang mengaku mengalami perdarahan hebat saat haid tidak ada patologi pada sistem reproduksinya dan hal ini disebut perdarahan uterus disfungsional.
- Penyebab lokal seperti : myomata, endometril polip, uterus retro versi, first menstrual period after childbirth or abortion (MPT), tumor sel granulosa di ovarium.
- Penyakit sistemik, seperti hipertiroidisme dan gangguan perdarahan.
- Penggunaan IUCD (Intra Uterine Contraceptive Device). Penggunaan IUCD akan meningkatkan aliran menstruasi.
- Hypopalsia Uteri, menurut beratnya hipoplasia dapat mengakibatkan amenorrhoe (uterus sangat kecil), hipermenorrhoe (uterus kecil jadi luka kecil).
- Astheni, Menorrhagia terjadi karena tonus otot pada umumnya kurang.
- Sealama atau sesudah menderita suatu penyakit atau karena terlalu lelah, juga karena tonus otot kurang.
- Hypertensi.
- Decompensatio cordis.
- Infeksi : endometriosis, salphingitis.
- Retroflexio uteri, karena kandungan pembuluh darah balik.
- Penyakit darah : Hemofili
c. Patofisiologi
Pada siklus ovulasi normal, hipotalamus mensekresi
Gonadotropin releasing hormon (GnRH), yang menstimulasi pituitary agar
melepaskan Folicle-stimulating hormone (FSH). Hal ini pada gilirannya
menyebabkan folikel di ovarium tumbuh dan matur pada pertengahan siklus,
pelepasan leteinzing hormon (LH) dan FSH menghasilkan ovulasi. Perkembangan
folikel menghasilkan esterogen yang berfungsi menstimulasi endometrium agar
berproliferasi. Setelah ovum dilepaskan kadar FSH dan LH rendah. Folikel yang
telah kehilangan ovum akan berkembang menjadi korpus luteum, dan korpus luteum
akan mensekresi progesteron. Progesteron menyebabkan poliferasi endometrium
untuk berdeferemnsiasi dan stabilisasi. 14 hari setelah ovulasi terjadilah
menstruasi. Menstruasi berasal dari dari peluruhan endometrium sebagai akibat
dari penurunan kadar esterogen dan progesteron akibat involusi korpus luteum.
Siklus anovulasi pada umumnya terjadi 2 tahun pertama setelah
menstruasi awal yang disebabkan oleh HPO axis yang belum matang. Siklus
anovulasi juga terjadi pada beberapa kondisi patologis.
Pada siklus anovulasi, perkembangan folikel terjadi dengan
adanya stimulasi dari FSH, tetapi dengan berkurangnya LH, maka ovulasi tidak
terjadi. Akibatnya tidak ada korpus luteum yang terbentuk dan tidak ada
progesteron yang disekresi. Endometrium berplroliferasi dengan cepat, ketika
folikel tidak terbentuk produksi esterogen menurun dan mengakibatkan
perdarahan. Kebanyakan siklus anovulasi berlangsung dengan pendarahan yang
normal, namun ketidakstabilan poliferasi endometrium yang berlangsung tidak
mengakibatkan pendarahan hebat.
d. Manifestasi klinis
Menorrhagia yang berat dapat menyebabkan anemia.
Gejala lain yang dapat menyertainya antara lain :
1) Sakit kepala
2) Kelemahan
3) Kelelahan
4) Kesemutan pada kaki dan
tangan
5) Meriang
6) Penurunan konsentrasi
e. Terapi
Terapi spesifik untuk menorrhagia diberikan berdasarkan :
1) Umur dan riwayat kesehatan
2) Kondisi sebelumnya
3) Toleransi pada terapi
pengobatan spesifik
Terapi untuk menorrhagia, yaitu :
1)
Suplemen zat besi (jika kondisi menorrhagia disertai anemia, kelainan
darah yang disebabkan oleh defisiensi sel darah merah atu hemoglobin).
2) Prostaglandin inhibitor
seperti medications (NSAID), seperti aspirin atau ibuprofen.
3) Kontrasepsi oral (ovulation
inhibitor)
4) Progesteron (terapi hormon)
5) Hysteroctomy (operasi untuk
menghilangkan uterus)
4. Asuhan Keperawatan
a.
Pengkajian
a)
Data Subjektif
1. Biodata
Nama ,
umur, agama, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, alamat, dan status.
2. Alasan Datang
Untuk
memeriksakan masalah haidnya yang banyaknya berlebihan
3. Keluhan Utama
Haidnya berlangsung
lama dan darah yang keluar banyak
4. Riwayat Kesehatan
yang lalu
Gangguan
metabolisme estrogen, Penurunan sintesis fibrinogen dan faktor pembukuan
idiopathic trombositopenia (ITP) , penyakit von willebran, Infeksi ( biasanya
terkait PRP, penggunaan AKDR, atau prosedur lanjtan intrauteri yang berbasis
instrumen), Endometriosis, Salpingitis
5.
Riwayat Kesehatan Sekarang
Menoragi dapat
disebabkan oleh leimioma (seringkali submukosa), komplikasi kehamilan,
hiperplasia endometrium, adenomiosis, keganasan atau koagulopati.
6.
Riwayat Kesehatan Keluarga
Perawat juga harus
mengkaji setiap pola perdarahan yang serupa atau kondisi ginekologis mayor yang
dialami oleh ibu atau saudara perempuannya apakah mengalami riwayat kelainan
hematologis terutama yang berhubungan dengan adanya penggumpalan darah.
7. Riwayat Haid
Perawat harus
menyelidiki lama, warna, dan karakter menstruasi yang muncul, terutama jika
terjadi gumpalan darah.
Menarche
: Pertama kali haid
Siklus
: Teratur
Lamanya
: menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari
Banyaknya
: 3-4 pembalut atau tampon sudah penuh selama 4 jam. Dalam setiap perdarahan
yang lebih dari 80 cc dinyatakan perdarahan abnormal
Keluhan
: Dismenorhae / tidak
8. Riwayat KB
Menstruasi
(menorragia) dapat terjadi akibat Iatrogenik: misal akibat pemakaian IUD,
hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan
obat-obatan antikoagulan penyebab kontrasepsi (AKDR, kontrasepsi oral)
b)
Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
KU
: Baik/cukup/kurang
Kesadaran
:
Composmentis
TD
: Normal
(100/60 – 140/90) mmHg
Suhu
: Normal (36,5°-37,5° C)
Nadi
: Normal (60-90 x / menit)
RR
: Normal
(16-24 x/ menit)
2. Pemeriuksaan Fisik
1) Inspeksi
Rambut
: Bersih, tidak rontok
Muka :
pucat
Mata
: Konjungtiva pucat, sklera putih
Leher :
Tidak tampak pembesaran vena jugularis dan tampak pembesaran kelenjar tiroid
Dada
: Bersih, payudara simetris
Abdomen : Bersih
Genetallia : Pengeluaran darah lebih dari 80
cc
Vagina dan serviks harus dikaji terhadap adanya massa, lesi, infeksi, atau
adanya benda asing yang dapat menyebabkan menstruasi lebih berat.
Ekstremitas : Simetris, tidak odem, tidak varises
2) Palpasi
Leher :
Teraba pembesaran kelenjar tiroid
Abdomen
: Ada nyeri tekan pada hepar dan atau ginjal
Ekstremitas
: Tidak oedem, tidak varises
3)
Pemeriksaan dalam
Vulva vagina :
Terlihat pengeluaran darah
Pemeriksaan panggul teraba massa yang merupakan indikasi mioma atau fibroid
4)
Pemeriksaan penunjang
Hb
: kategori anemia jika Hb ≤ 10g%
Metode yang
mungkin paling meyakinkan untuk menetukan apakah aliran menstruasi individu
memiliki kemungkinan dapat menimbulkan bahaya adalah dengan mendapatkan nilai
lab Hb dan hematokrit untuk menyingkirkan anemia.
b.
Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri
(akut/kronis) berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase menstruasi.
b.
Risiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan perdarahan
c.
Resiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi.
d. Kurang
pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya berhubungan dengan kurang
informasi.
c.
Intervensi Keperawatan
1.
Nyeri
(akut/kronis) berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase
menstruasi.
Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan selama
3x 24 jam nyeri klien akan berkurang.
Kriteria hasil: klien mengatakan nyeri berkurang,
klien tidak memegang punggung, kepala atau daerah lainnya yang sakit, keringat
berkurang.
Intervensi :
1. Pantau/
catat karakteristik nyeri ( respon verbal, non verbal, dan responhemodinamik)
klien.
R/ : untuk mendapatkan indicator nyeri.
2. Kaji
intensitas nyeri dengan menggunakan skala 0-10.
R/ : Nyeri merupakan pengalaman subyektif klien dan metode skala merupakan
metode yang mudah serta terpercaya untuk menentukan intensitas nyeri.
3. Jelaskan
penyebab nyeri klien.
R/ : Dengan mengetahui penyebab nyeri klien dapat bertoleransi terhadap
nyeri.
4. Bantu untuk
melakukan tindakan relaksasi, distraksi
R/ : Relaksasi nafas dalam membantu
mengurangi nyeri dan distraksi mengalihkan perhatian
5. Lakukan
kompres/mandi air panas.
R/ : meningkatkan sirkulasi dan menurunkan kontraksi uterus sehingga
iskemia tidak terjadi.
6. Kolaborasi
pemberian analgetik ( ibuprofen, naproksen, ponstan)
R/ : membantu mengurangi nyeri
2. Risiko kurangnya volume cairan
berhubungan dengan perdarahan.
Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan 3x24 jam, risiko kurangnya
volume cairan tidak terjadi.
Kriteria hasil :
• Turgor kulit baik baik.
• Mukosa bibir tidak kering.
• Kelopa mata tidak cekung.
• Klien tidak haus.
• Mukosa bibir tidak kering.
• Kelopa mata tidak cekung.
• Klien tidak haus.
Intervensi :
1. Kaji status
hidrasi pada klien.
R/ : Mengetahui tingkat hidrasi pada klien
2. Catat intake
output cairan dan banyaknya perdarahan
R/ : Mengetahui masukan dan pengeluaran cairan
3. Anjurkan
klien untuk minum air putih secara adekuat (2,5L/hari)
R/ : Menggantikan cairan yang hilang
4. Jelaskan
pada klien penyebabnya pendarahan dan rencana tindakan keperawatan selanjutnya.
R / : Agar klien mengetahui tentang kondisinya dan
tindakan yang diberikan selanjutnya.
5. Kolaborasi
pemberian cairan parenteral( jika diperlukan).
R / : menggantikan cairan yang hilang.
3. Resiko gangguan citra tubuh
berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi.
Tujuan :
setelah diberikan asuhan keperawatan 2 x 24 jam citra diri klien akan
meningkat.
Kriteria hasil : klien mengatakan tidak malu, merasa
berguna, penampilan klien rapi, menerima apa yang sedang terjadi.
Intervensi:
1. Bina
hubungan saling percaya dengan klien.
R/ : Klien dengan mudah mengungkapkan masalahnya hanya kepada orang yang
dipercayainya.
2. Dorong klien
untuk mengekspresikan perasaan, pikiran, dan pandangan tentangdirinya.
R/ : Meningkatkan kewaspadaan diri klien dan membantu perawat dalam
membuat penyelesaian.
3. Diskusikan
dengan system pendukung klien tentang perlunya menyampaikan nilai dan arti
klien bagi mereka.
R/ : Penyampaian arti dan nilai klien dari system pendukung membuat klien
merasaditerima.
4. Libatkan
klien pada setiap kegiatan di kelompok.
R/ : Memungkinkan menerima stimulus social dan intelektual yang dapat
meningkatkankonsep diri klien.
5. Informasikan
dan diskusikan dengan jujur dan terbuka tentang pilihan penanganan gangguan
menstruasi seperti ke klinik kewanitaan, dokter ahli kebidanan.
R/ : Jujur dan terbuka dapat mengontrol perasaan klien dan informasi yang
diberikan dapatmembuat klien mencari penanganan terhadap masalah yang
dihadapinya.
4. Kurang pengetahuan tentang gangguan
menstruasi dan terapinya berhubungan dengan kurang informasi.
Tujuan: setelah diberikan penyuluhan klien akan
mengetahui tentang gangguan menstruasi
Kriteria hasil: klien menyebutkan jenis gangguan
menstruasi, penyebab, gejalanya, serta penanganannya, menjelaskan menstruasi
yang normal.
Intervensi :
1.
Kaji tingkat pengetahuan klien mengenai menstruasi yang normal, jenis
gangguan menstruasi, penyebab, gejala dan penanganannya.
R/ : Mengidentifikasi luasnya masalah klien dan
perlunya intervensi.
2.
Jelaskan mengenai siklus menstruasi yang normal, jenis gangguan
menstruasi, penyebab, gejala, dan penanganannya.
R/ : Dengan memiliki pengetahuan tentang menstruasi
klien dapat meningkatkan toleransi terhadap nyeri dan dapat mencari jalan
keluar untuk masalah gangguan menstruasinya.
3.
Beri kesempatan klien untuk bertanya.
R/ : Meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang
menstruasi.
4.
Berikan penjelasan tentang penyakit yang dialami.
R / : Menambah pengetahuan klien dan keluarga tentang
penyakit yang dialami.
d.
Evaluasi
a.
Nyeri
(akut/kronik) berkurang/hilang
b. Tidak terjadi risiko kekurangan
volume cairan
c.
Citra diri
klien akan meningkat
d.
Pengetahuan
klien akan meningkat
DAFTAR PUSTAKA
Benson, Ralph C.2008. Buku Saku
Obstetri dan Ginekologi.Jakarta:EGC
Varney,Helen.2007. Buku ajar Asuhan
kebidanan. Jakarta:EGC
Yanto Kadarusman.2000. Buku Ajar Asuhan
Keperawatan Maternitas. Jakarta:EGC
(Helen varney 2007 342-345 Jakarta EGC
Buku ajar Asuhan kebidanan
